Peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan momen spiritual yang sangat penting dalam sejarah Islam. Pada hari ini, umat Muslim di seluruh dunia merayakan peristiwa tersebut dengan penuh khidmat.
Isra sendiri mengacu pada perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjid al-Aqsa di Yerusalem. Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW ke langit, di mana beliau menerima wahyu langsung dari Allah SWT dan bertemu dengan para nabi lainnya.
Namun, dalam konteks politik di tahun 2024, pesan-pesan yang terkandung dalam peristiwa Isra dan Mi’raj juga memiliki relevansi yang mendalam. Salah satu pesan utama dari peristiwa tersebut adalah tentang keadilan.
Ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan Isra dan Mi’raj, beliau menyaksikan berbagai situasi dan kondisi, termasuk pemerintahan yang adil dan tidak adil. Hal ini mengingatkan kita bahwa dalam konteks politik modern, penting untuk memperjuangkan keadilan.
Keadilan merupakan salah satu prinsip utama dalam Islam. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Hujurat: 9). Dengan demikian, setiap pemimpin dan pemerintah harus berupaya untuk menjaga keadilan dalam menjalankan tugasnya.
Peristiwa Isra dan Mi’raj juga mengajarkan tentang pentingnya menegakkan keadilan bagi semua lapisan masyarakat. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW juga melihat bagaimana kaum miskin dan lemah diperlakukan dengan tidak adil, sedangkan kaum kaya dan kuat diberikan hak istimewa.
Hal ini mengingatkan kita untuk tidak membedakan perlakuan berdasarkan status sosial atau kekayaan. Seorang pemimpin harus adil dan merangkul semua warganya tanpa ada diskriminasi.
Dalam konteks politik modern, pesan-pesan dari peristiwa Isra dan Mi’raj sangat relevan. Kita sering melihat pengabaian terhadap prinsip keadilan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam politik. Salah satu contohnya adalah ketidakadilan dalam pembagian kekayaan, di mana sebagian kecil orang kaya memiliki lebih banyak harta daripada sebagian besar penduduk yang hidup dalam kemiskinan.
Oleh karena itu, melalui peristiwa Isra dan Mi’raj, kita diingatkan untuk terus berjuang memperjuangkan keadilan dalam setiap aspek kehidupan. Sebagai umat Muslim, kita harus berperan aktif dalam memilih pemimpin yang adil, dan juga melakukan upaya-upaya kecil untuk mewujudkan keadilan di sekitar kita.
Peristiwa Isra dan Mi’raj tidak hanya menjadi momen spiritual bagi umat Muslim, tetapi juga mengandung pesan-pesan penting yang harus dihayati dan dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam konteks politik di tahun 2024. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan menjalankan ajaran yang terkandung di dalamnya dengan sebaik-baiknya.








