No Image Available

JALUR REMPAH DI PESISIR SELATAN SUMATERA (KAJIAN PADA WILAYAH LAMPUNG)

 Penulis: Karsiwan, M.Pd. Editor: Anita Lisdiana, M.Pd  Category: Pendidikan  AMY Publishing: AMY Publishing  ISBN: Proses  Laman: 240  Negara: Indonesia  Bahasa: Bahasa Indonesia  Dimension: A5; 21 cm x 148
 Deskripsi:

Buku yang berjudul Jalur Rempah di Pesisir Selatan Sumatera (Kajian pada Wilayah Lampung) ini dapat diselesaikan dengan baik. Kehadiran buku ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkaya khazanah pengetahuan mengenai sejarah maritim Nusantara, khususnya mengenai peran strategis wilayah Lampung dalam jaringan perdagangan rempah yang telah berkembang sejak berabad-abad silam.

Jalur rempah bukan sekadar lintasan perdagangan komoditas bernilai tinggi, melainkan juga ruang perjumpaan berbagai peradaban, budaya, agama, bahasa, serta sistem sosial yang membentuk wajah Indonesia hingga saat ini. Dalam konteks tersebut, Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera memiliki posisi yang sangat penting karena terletak pada jalur pelayaran yang menghubungkan Samudra Hindia, Selat Sunda, dan kawasan Asia Tenggara. Letak geografis tersebut menjadikan wilayah ini sebagai salah satu simpul strategis dalam dinamika perdagangan internasional sejak masa kerajaan-kerajaan maritim hingga periode kolonial.

Buku ini berupaya mengkaji secara komprehensif berbagai aspek jalur rempah di wilayah Lampung, mulai dari kondisi geografis, perkembangan pelabuhan-pelabuhan kuno, komoditas unggulan yang diperdagangkan, jaringan perdagangan antarpulau dan antarbangsa, hingga pengaruhnya terhadap perkembangan sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaan masyarakat pesisir. Selain itu, pembahasan juga diarahkan untuk menunjukkan bagaimana jejak jalur rempah masih dapat ditelusuri melalui tinggalan sejarah, tradisi lokal, naskah, serta berbagai warisan budaya yang tetap hidup di tengah masyarakat.

Kajian ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru mengenai posisi strategis Lampung dalam sejarah Indonesia. Selama ini, narasi sejarah jalur rempah sering kali lebih banyak menyoroti wilayah Maluku, Jawa, atau pesisir utara Sumatera, sementara kontribusi kawasan pesisir selatan Sumatera, khususnya Lampung, belum banyak mendapat perhatian yang proporsional. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi yang memperkuat pemahaman mengenai peran Lampung sebagai bagian penting dari jaringan perdagangan maritim Nusantara.

Penulisan buku ini memanfaatkan berbagai sumber, baik berupa literatur sejarah, arsip, hasil penelitian terdahulu, data arkeologi, maupun berbagai sumber pendukung lainnya yang relevan. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menghadirkan uraian historis, tetapi juga menawarkan analisis yang diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian sejarah maritim, sejarah lokal, serta pelestarian warisan budaya Indonesia.


 Kembali